Komunitas Madiun Book Party (MBP) Madiun kembali menggelar Pertemuan Rutin Ke-41 di Taman Hijau Demangan, Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu 7 Juni 2026
MADIUN, Tanah air News - Komunitas Madiun Book Party (MBP) Madiun kembali menggelar Pertemuan Rutin Ke-41 di Taman Hijau Demangan, Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu 7 Juni 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan satu tahun berdirinya MBP Madiun ini diikuti oleh 20 peserta dari total sekitar 400 anggota yang tergabung dalam grup komunitas tersebut.
Acara diawali dengan sesi silent reading selama 15 menit. Para peserta tampak khusyuk membaca buku pilihannya masing-masing di suasana taman yang asri dan nyaman.
Usai sesi membaca, kegiatan dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman membaca (sharing session). Untuk memaksimalkan interaksi, peserta dibagi menjadi Tiga kelompok diskusi.
Dalam sesi tersebut, Rosita, mahasiswa semester 8 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Madiun asal Sumbersari, Saradan, membagikan pengalamannya membaca buku Paris Belum Ingin Tidur. Ia menceritakan isi buku yang memadukan foto-foto tentang Kota Paris dengan puisi-puisi yang menggugah perasaan pembacanya.
Sementara itu, di kelompok lainnya yang dipandu Admin MBP, Dede Alien Efansyah, peserta mendiskusikan buku Pendidikan Kaum Tertindas. Diskusi berkembang hingga membahas kondisi pendidikan yang masih menerapkan metode “bank”, yakni model pembelajaran yang menempatkan guru sebagai pihak yang mentransfer ilmu, sementara murid hanya menerima dan menyimpan informasi tanpa banyak ruang untuk berdialog dan berpikir kritis.
Peserta lainnya, Arif Vian Ramadhan atau yang akrab disapa Vian, membagikan isi buku Al Fatih 1453 karya Felix Y. Siauw yang mengisahkan perjuangan dan strategi penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al-Fatih.
Kehadiran anggota baru juga menambah warna dalam pertemuan kali ini. Arvi, seorang guru bahasa Inggris yang sebelumnya aktif di komunitas literasi Suramaca Sidoarjo, memperkenalkan diri kepada peserta. Setelah pindah ke Madiun mengikuti orang tuanya, ia memutuskan bergabung dengan MBP. Saat ini Arvi tengah membaca novel White Nights karya Fyodor Dostoevsky.
Selain itu, Ari, seorang karyawan swasta yang memiliki hobi menonton film anime, turut berbagi pandangannya mengenai berbagai tayangan yang menggambarkan kondisi sosial dan dinamika kehidupan masyarakat Indonesia.
Memasuki sesi berikutnya, peserta mengikuti writing session. Dalam kegiatan ini mereka menuliskan buku yang telah dibaca, buku yang ingin dibaca selanjutnya, serta memberikan penilaian atau rating terhadap buku yang telah mereka selesaikan. Peserta juga diajak menuliskan impian, target, maupun pencapaian yang ingin diraih di masa mendatang.
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan anniversary pertama MBP Madiun, panitia menghadirkan acara spesial berupa permainan interaktif. Tiga peserta dipilih melalui permainan yang dipandu Dede Alien Efansyah untuk maju dan membacakan tulisan yang telah mereka buat. Suasana berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Menurut Dede Alien Efansyah, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap perjalanan satu tahun MBP Madiun dalam membangun budaya literasi dan mempererat hubungan antaranggota komunitas.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan dokumentasi perjalanan komunitas yang terus berkembang menjadi ruang belajar, berbagi, dan bertumbuh bagi para pecinta buku di Madiun. TAN-Rohim


